Perkembangan Properti Properti Ruang Kantor Di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo
Perkembangan properti ruang perkantoran di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan dinamika yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Analisis terhadap data penjualan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha properti pada periode 2022 hingga 2024 memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi pasar di kedua wilayah tersebut.
Pada tahun 2022, sektor properti mulai menunjukkan pemulihan pascapandemi COVID-19. Data dari Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan penjualan properti residensial sebesar 31,16 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2024, dibandingkan dengan pertumbuhan 3,37 persen pada triwulan sebelumnya. Namun, memasuki triwulan III 2024, terjadi penurunan penjualan properti residensial sebesar 7,14 persen (year-on-year). Penurunan ini terutama terjadi pada tipe rumah kecil dan menengah, sementara penjualan rumah tipe besar masih tumbuh meskipun melambat.
Menurut laporan Colliers Quarterly Property Market Report H1 2024 Surabaya Office, pasar perkantoran di Kota Surabaya menunjukkan peningkatan pasokan ruang perkantoran sebesar 2,15 persen year-on-year (yoy) pada semester pertama 2024, dibandingkan dengan pertumbuhan 1,3 persen yoy pada akhir 2023. Namun, sektor perkantoran sewa masih menghadapi tantangan over-supply, yang menyebabkan persaingan ketat dalam harga sewa properti.
Di Kabupaten Sidoarjo, meskipun tidak terdapat data spesifik mengenai ruang perkantoran, pertumbuhan ekonomi daerah ini dapat menjadi indikator potensi perkembangan properti komersial. Laporan Indikator Ekonomi Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024 menunjukkan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari 151,57 triliun rupiah pada tahun 2022 menjadi 160,92 triliun rupiah pada tahun 2023, dengan sektor industri pengolahan sebagai kontributor utama.


