Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaMarketMelacak Potensi Pasar Barang Bekas, dari Lokal Hingga International

Melacak Potensi Pasar Barang Bekas, dari Lokal Hingga International

Ekonomi Sirkular: Analisis Perputaran Uang dan Nilai Tambah

Thrifting market tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang nyata.

Efisiensi Modal: Karena barang bekas diperoleh melalui donasi atau dengan modal minim, harga jualnya relatif rendah, memungkinkan akses ke pakaian dan pernak-pernik berkualitas bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Nilai Ekonomi Harian: Dengan perkiraan perputaran harian mencapai Rp 5–10 miliar, pasar-pasar ini berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang merangsang perdagangan informal dan mendukung UMKM di sektor ritel barang bekas.

Dampak Sosial dan Lingkungan: Pengurangan limbah tekstil dan emisi karbon merupakan bonus nyata, misalnya, penggunaan kembali pakaian dapat mengurangi kebutuhan produksi baru yang menyumbang sekitar 5 persen dari total emisi karbon global.

Prediksi dan Tren Perkembangan Thrifting Market

Seiring dengan kesadaran akan keberlanjutan dan peningkatan teknologi digital, tren thrifting market di Indonesia dan dunia diprediksi akan terus berkembang. Ada beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Diantaranya, faktor pertama adalah ekspansi digital. Dengan semakin banyaknya platform e-commerce yang mengintegrasikan AI dan VR, pengalaman berbelanja barang bekas akan semakin personal dan efisien.

Kedua, pertumbuhan pasar global. Proyeksi global menunjukkan pasar secondhand apparel bisa mencapai nilai USD 350 miliar dalam beberapa tahun mendatang, sementara di Indonesia, tren lokal didorong oleh peningkatan minat generasi milenial dan Gen Z. Ketiga, sinergi ekonomi dan budaya. Kombinasi antara kearifan lokal dan inovasi global akan menciptakan pasar barang bekas yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memelihara warisan budaya dan mendorong kreativitas masyarakat.

Prediksi menunjukkan bahwa, jika tren ini berlanjut, pertumbuhan tahunan di pasar barang bekas Indonesia bisa mencapai 10–12 persen per tahun, menandakan bahwa pasar ini akan menjadi sektor strategis dalam ekonomi kreatif di masa depan.

Thrifting market telah berubah menjadi simbol harapan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Melalui nilai ekonomi yang tinggi, dampak positif bagi lingkungan, dan kekayaan cerita yang mengakar pada sejarah, pasar barang bekas tidak hanya menyuguhkan solusi hemat dan berkelanjutan, tetapi juga menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Dengan potensi perputaran harian mencapai miliaran rupiah dan pertumbuhan pasar yang menjanjikan, thrifting market di Indonesia dan dunia akan terus berkembang sebagai ladang inovasi, keberlanjutan, dan ekspresi budaya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments