Ramalan Konsumsi Ramadan 2025 dan Harapan di Tengah Badai Ekonomi
Menilik ke depan, Ramadan 2025 diproyeksikan akan menghadirkan pola konsumsi yang unik, seiring dengan berbagai dinamika ekonomi. Dalam bayang-bayang kebijakan kenaikan PPN menjadi 12 persen dan penurunan daya beli yang menyertainya, konsumen diperkirakan akan lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran. Namun, semangat Ramadan yang identik dengan kehangatan, berbagi, dan pembaruan akan tetap mendorong lonjakan aktivitas belanja online.
Beberapa prediksi pola konsumsi antara lain, kebutuhan pokok dan pangan. Meski dengan tekanan harga, promosi dan diskon intensif selama Ramadan diyakini akan mendorong peningkatan transaksi di sektor kebutuhan sehari-hari.
Produk Fesyen Muslim dan Kecantikan. Dengan semakin berkembangnya industri fesyen yang menyasar pasar muslim, produk-produk ini memiliki potensi tumbuh, terutama karena konsumen mencari penampilan yang sesuai dengan nilai keagamaan tanpa mengesampingkan tren modern.
Produk Kesehatan dan Elektronik. Di tengah era digital, gadget dan perangkat pendukung gaya hidup sehat akan terus menarik minat, terutama dengan adanya opsi pembayaran cicilan yang mempermudah transaksi di masa puncak belanja Ramadan.
Produk Rumah Tangga dan Hobi. Semangat perbaikan diri dan kenyamanan di rumah mendorong peningkatan belanja untuk produk-produk yang mendukung kegiatan keluarga, terutama pada malam-malam Ramadan.


