Senin, April 20, 2026
spot_img
BerandaBisnisTabungan Kelas Atas Membesar, Tabungan Kelas Bawah Menyusut

Tabungan Kelas Atas Membesar, Tabungan Kelas Bawah Menyusut

Dalam lebih dari satu dekade terakhir, struktur simpanan perbankan menunjukkan perubahan yang semakin jelas: uang bergerak naik ke puncak piramida. Data rata-rata saldo rekening dari 2012 hingga 2025 memperlihatkan bahwa kelompok dengan saldo sangat besar menjadi pusat pertumbuhan sekaligus sumber konsentrasi nilai, sementara lapisan terbawah justru menyusut.

sumber: CEIC; perhitungan staf LPEM FEB UI – diolah

Kelompok dengan saldo di atas 5.000—yang dapat dibaca sebagai nasabah dengan dana sangat besar—secara konsisten menjadi yang paling dominan dan paling cepat membesar. Sepanjang periode 2012–2025, rata-rata saldo di kelompok ini berada di kisaran 25,7 miliar rupiah, naik dari sekitar 17,5 miliar pada 2012 menjadi hampir 29,5 miliar pada 2025. Kenaikan totalnya mencapai sekitar 68,5 persen, atau setara dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar 4,1 persen. Ini berarti bukan hanya jumlah dana yang besar, tetapi juga semakin besar dari waktu ke waktu. Lapisan teratas sistem perbankan bukan sekadar stabil, melainkan terus mengakumulasi nilai.

Di bawahnya, kelas menengah-atas bergerak jauh lebih lambat. Kelompok saldo 1.000–2.000 hanya naik sekitar 13 persen dalam 13 tahun, dengan pertumbuhan tahunan di bawah 1 persen. Tier 2.000–5.000 bahkan lebih lambat lagi, hanya bertambah sekitar 5 persen sepanjang periode. Ini menunjukkan bahwa segmen yang secara nominal masih besar tidak mengalami akselerasi seperti yang terjadi di lapisan teratas. Mereka cenderung stabil, tetapi tidak “melonjak”.

Lapisan menengah bawah nyaris tidak bergerak. Kelompok saldo 100–200 dan 200–500 stagnan dalam jangka panjang. Bahkan untuk 100–200, secara agregat justru sedikit turun dibanding 2012. Selama lebih dari satu dekade, rata-rata saldo di kelompok ini pada dasarnya tidak berubah. Ini mengindikasikan bahwa nasabah di segmen tersebut tidak mengalami akumulasi kekayaan per rekening yang berarti, meskipun ekonomi secara umum tumbuh.

Sementara itu, segmen dengan saldo terkecil mengalami kemerosotan paling tajam. Kelompok 0–100 turun dari rata-rata sekitar 4,29 juta rupiah pada 2012 menjadi hanya sekitar 1,78 juta pada 2025. Penurunannya mencapai hampir 60 persen, dengan laju kontraksi sekitar 6,5 persen per tahun. Artinya, bukan hanya daya simpan kelompok ini yang melemah, tetapi juga komposisi rekeningnya bergeser ke saldo yang makin kecil. Secara sistemik, lapisan terbawah menjadi semakin tipis.

sumber: CEIC; perhitungan staf LPEM FEB UI – diolah

Jika kekuatan tren dibandingkan, gambarnya menjadi semakin kontras. Tier di atas 5.000 tidak hanya tumbuh paling besar dalam nilai absolut, tetapi juga paling konsisten dalam arah. Di sisi lain, 0–100 terus melemah, sementara tier menengah relatif datar. Dengan kata lain, distribusi pertumbuhan membentuk dua kutub: ekor atas yang semakin kuat dan ekor bawah yang terus tergerus, sementara bagian tengah membeku.

sumber: CEIC; perhitungan staf LPEM FEB UI – diolah

Pola ini tercermin dalam ukuran konsentrasi. Dengan menggunakan rasio kontribusi rata-rata setiap tier terhadap total rata-rata seluruh tier sebagai proksi, terlihat bahwa pangsa nilai kelompok >5.000 meningkat dari sekitar 76 persen pada 2012 menjadi hampir 84 persen pada 2025. Jadi, semakin besar porsi “kue” nilai rata-rata yang dikuasai oleh kelompok saldo terbesar. Indeks konsentrasi Herfindahl-Hirschman juga naik dari sekitar 0,60 menjadi 0,71, mengindikasikan distribusi yang semakin terkumpul pada sedikit kelompok, terutama di puncak.

Perubahan struktural ini juga tampak lebih jelas jika periode sebelum dan sesudah 2020 dibandingkan. Untuk kelompok >5.000 terjadi lonjakan level yang besar, dengan rata-rata pasca-2020 sekitar 20 persen lebih tinggi dibanding sebelumnya, dan tren pertumbuhannya tetap positif meski sedikit lebih landai. Sebaliknya, kelompok 0–100 mengalami penurunan level sekitar 40 persen, dan tren negatifnya berlanjut setelah 2020. Kelompok 1.000–2.000 memang berada di level yang lebih tinggi pasca-2020, tetapi pertumbuhannya kemudian mendatar, bahkan cenderung sedikit melemah. Yang menarik, tier 2.000–5.000 justru menunjukkan percepatan tren setelah 2020, walaupun tanpa lonjakan level sebesar kelompok teratas.

Perbandingan sebelum vs sesudah 2020 (indikasi efek pandemi/periode baru)

Keterkaitan antar tier juga memberi petunjuk penting. Secara umum, kelompok saldo besar cenderung bergerak sinkron satu sama lain dari tahun ke tahun, mencerminkan sensitivitas mereka terhadap kondisi makro, arus modal, dan keputusan alokasi dana besar. Tier kecil, terutama yang paling bawah, lebih sering bergerak berlawanan atau terlepas dari dinamika ini, seolah berada di ekonomi yang berbeda.

Keseluruhan gambaran ini menunjukkan bahwa sistem simpanan semakin bertumpu pada segelintir rekening besar. Bukan hanya karena mereka sudah besar, tetapi karena mereka terus membesar relatif terhadap yang lain. Sementara itu, jutaan rekening kecil tidak hanya tertinggal, tetapi secara rata-rata justru semakin menyusut. Ini bukan sekadar cerita tentang ketimpangan pendapatan, melainkan tentang struktur akumulasi dana dalam sistem keuangan yang semakin terkonsentrasi di puncak.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments