Konten kreator di media sosial kini secara resmi melampaui pendapatan iklan media tradisional untuk pertama kalinya dalam sejarah, menandai pergeseran fundamental dalam lanskap periklanan global.
Menurut laporan WPP Media Mid-Year Global Advertising Forecast 2025, platform yang didorong oleh konten kreator seperti TikTok, YouTube, dan Instagram diproyeksikan akan meraup USD 184,9 miliar dalam pendapatan iklan pada tahun 2025, naik 20% dari tahun sebelumnya. Angka ini untuk pertama kalinya melampaui pendapatan gabungan dari media tradisional yang mencakup televisi, radio, surat kabar, dan bioskop.
Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari separuh pendapatan iklan yang didorong konten kini berasal dari platform user-generated content daripada konten yang diproduksi secara profesional oleh studio dan perusahaan media tradisional. Ini menandai titik balik bersejarah dalam industri periklanan global yang bernilai USD 1,08 triliun pada 2025.
Kate Scott dari WPP Media menjelaskan dalam konferensi pers bahwa pergeseran ini mencerminkan di mana perhatian audiens berada saat ini. Platform kreator tidak hanya menarik lebih banyak waktu menonton, tetapi juga menghasilkan tingkat kepercayaan dan keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan media tradisional.
Tahun 2025 menandai momen bersejarah di mana konten kreator resmi mengalahkan media tradisional dalam perolehan pendapatan iklan. Dengan proyeksi pertumbuhan yang terus menguat dan kepercayaan konsumen yang tinggi, creator economy tidak lagi sekadar tren tetapi telah menjadi kekuatan dominan yang mengubah wajah industri periklanan global secara permanen. Media tradisional yang ingin bertahan harus segera beradaptasi dan mengintegrasikan strategi berbasis kreator dalam model bisnis mereka.
Dominasi Platform Digital
Angka-angka menunjukkan dominasi yang mengejutkan. Digital pure players (termasuk Google, Meta, TikTok) akan menguasai 73,2% dari total belanja iklan global pada 2025. Kemudian, untuk TikTok diproyeksikan meraih USD 33,1 miliar dalam pendapatan iklan 2025, naik 40,5% dari USD 23,6 miliar di 2024.
YouTube mencatatkan pendapatan iklan USD 8,93 miliar hanya dalam kuartal pertama 2025, naik 10,3% year-over-year. Kemudian untuk platform Instagram tetap memimpin dengan pendapatan iklan USD 71 miliar pada 2024.
Penurunan Media Tradisional yang Tak Terelakkan
Sementara platform kreator melonjak, media tradisional mengalami penurunan yang konsisten adalah Televisi Tradisional. Belanja iklan TV tradisional AS diproyeksikan mencapai USD 57,16 miliar pada 2025, dengan tingkat pertumbuhan negatif -3,73% (CAGR 2025-2029). Sedangkan untuk pendapatan akan turun menjadi USD 49,1 miliar pada 2029. Selanjutnya adalah penurunan linear TV sebesar 13% diproyeksikan untuk 2025, mencapai sekitar USD 51 miliar
Sementara itu, untuk radio dan print media, pendapatan iklan radio tradisional AS akan turun -2,02% per tahun, dari USD 12,24 miliar pada 2025 menjadi USD 11,28 miliar pada 2029. Sedangkan untuk industri broadcast TV dan radio AS secara keseluruhan akan mengalami penurunan 9,3% menjadi USD 32,83 miliar dalam total pendapatan iklan 2025. Kemudian untuk pendapatan media cetak global terus menurun dengan tingkat -6% per tahun.
Tercatat, ada beberapa faktor pendorong perubahan. Pertama, pergeseran perilaku konsumen. Penelitian menunjukkan bahwa 46% konsumen menggunakan media sosial sebagai sumber utama untuk menemukan produk. Lebih mengejutkan lagi, 3 dari 10 konsumen akan berganti merek berdasarkan konten kreator yang mereka ikuti.
Kedua, efektivitas dan ROI yang superior. Data menunjukkan bahwa influencer marketing memberikan ROI rata-rata USD 5,20 untuk setiap USD 1 yang diinvestasikan, dengan performa terbaik mencapai USD 20 per USD 1 investasi. Sementara itu, 80% merek mempertahankan atau meningkatkan anggaran influencer marketing mereka pada 2025.
Ketiga, targeting dan engagement yang lebih baik. Digital video advertising mencatat pertumbuhan tercepat dengan 19,2% year-over-year di pasar digital AS. Native mobile ads menghasilkan click-through rates 8,8 kali lebih tinggi dibandingkan iklan display tradisional. Selanjutnya adalah video content dapat meningkatkan conversion rates hingga 70%.
Proyeksi ke Depan: Dominasi yang Semakin Menguat
Tren ini diprediksi akan terus menguat hingga dekade mendatang. Creator economy diproyeksikan tumbuh dari USD 250 miliar pada 2024 menjadi USD 528 miliar pada 2030 dengan CAGR 22,5%. Kemudian, pendapatan platform kreator akan lebih dari dua kali lipat menjadi USD 376,6 miliar pada 2030. Selanjutnya adalah global influencer marketing akan mencapai USD 32,55 miliar pada 2025, naik 35% dari 2024.
Dalam konteks implikasi untuk industri, retail media juga mengalami pertumbuhan pesat dan diproyeksikan akan melampaui pendapatan televisi untuk pertama kalinya, mencapai USD 169,6 miliar pada 2025 dibandingkan TV yang USD 155 miliar.
Meski pertumbuhannya pesat, industri creator economy masih menghadapi tantangan distribusi pendapatan yang tidak merata. Data menunjukkan bahwa hanya 12% kreator full-time yang menghasilkan lebih dari USD 50.000 per tahun. Kemudian, sekitar 4% kreator memiliki lebih dari 100.000 pengikut. Selanjutnya, ada 68,8% kreator mengandalkan brand deals sebagai sumber pendapatan utama.
Respons Industri Tradisional
Media tradisional mulai beradaptasi dengan mengintegrasikan kreator ke dalam strategi mereka. Yahoo dan The Washington Post telah mulai merekrut kreator sebagai bagian dari tim editorial mereka. Streaming platforms juga mengalami pertumbuhan dengan ad-supported streaming naik 14% menjadi USD 12,4 miliar di AS.



biaya iklan di medsos sangat murah dibandingkan media konvensional, lebih mudah dijangkau oleh bisnis kecil, menengah dan besar juga